Morfologi Sungai

Morfologi merupakan pengetahuan tentang bentuk (morphos). Dalam pembahasan ini berkaitan dengan materi dasar dalam kegiatan Arung Jeram. Di Indonesia tahun 1970 dikenal “Olah Raga Arus Deras” (ORAD) yang dipelopori oleh Wanadri (Mapala UI). Olah raga ini akhirnya menjadi hoby anak-anak pecinta alam dan pertama kali di luncurkan sebagai lomba di Citarum Rally. Selang berganti waktu olah raga tersebut berubah namanya menjadi “Arung Jeram”. Di Yogyakarta yang pertama kali melakukan kegiatan arung jeram adalah anak-anak dari Palapsi (Mapala Psikologi UGM), yang beraksi di Progo Bawah.

Itulah sejarah singkat dari Arung Jeram di Indonesia, kembali ke topik semula tentang morfologi sungai sebagai materi dasar para pecinta alam untuk melakukan kegiatan Arung Jeram dengan belajar mengenali medan yang akan ditempuh.

Arus sungai (main stream) dibagi menjadi tiga bagian yaitu Hulu (Atas), Peralihan, Hilir (Bawah). Keadaan air pada bagian Hulu biasanya terdapat Air terjun, medannya sempit, curam, dan tidak safety untuk melakukan kegiatan Arung jeram. Pada bagian Peralihan biasanya terdapat pada Dataran tinggi dan Dataran rendah, sikap waspadalah dan disinilah para pecinta Arung Jeram beraksi. Pada bagian Hilir, arusnya landai dan medannya luas sehingga kurang bergairah untuk digunakan dalam Arung Jeram.

Macam-macam arus sungai (Main Stream) :

  1. Lidah Air (the tongue) : berbentuk “V”, dan untuk memudahkan bergeraknya perahu maka pilihlah lidah air yang lebih besar.
  2. Standing Wave : membentuk ombak, apabila lebih dari 3 meter disebut haystacks dan tidak safety untuk dilewati.
  3. Arus Balik (Reverse Stream) :  arus berputar ke atas karena perubahan bidang. Macam-macam arus balik yaitu :
  • Hole : batu yang berada di bawah permukaan air dan menghalangi arus air.
  • Hydraulic : arus air yang turun secara vertikal menyebabkan arus berputar di bawah dan dia putarannya lebih besar.
  • Back Curling : dasar sungai yang cukup terjal, menyebabkan arus sungai menjadi sangat kuat.
  • Eddy : tempat dimana aliran sungai berhenti atau mengalir ke atas (hulu) sungai secara horisontal.
  • Flat : tenang.
  • Stopper : ornamen sungai yaitu batuan yang terlihat dipermukaan air.
  • Strainer : sesuatu yang menghalangi arus utama (ranting / pohon).
  • Undercut : terkikisnya dinding sungai hingga membentuk rongga.
  • Bottleneek : penyempitan dinding sungai, dapat menyebabkan arus mengalir lebih cepat.
  • Jeram : alir deras dan cepat dan bertaburan diantara banyak batu dari berbagai ukuran dan sekaligus membentuk arus balik.
  • pendangkalan sungai (shallow) : membuat permukaan air menjadi turun.
  • pilou : batuan yang ditutupi air.
  • bolder : batuan yang tampak pada permukaan air tapi lebih kecil dari stopper.

Sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *